WONOSOBO – Kebakaran hutan kembali terjadi di kawasan Gunung Pakuwaja, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Hingga Rabu malam, api dilaporkan masih belum padam dan perambatannya mengarah ke sisi utara wilayah Desa Parikesit.
Berdasarkan laporan sementara, kebakaran terjadi di kawasan hutan Petak 7-4, pangkuan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Sembungan, wilayah RPH Kedu Utara. Luas lahan yang terbakar pada kejadian kali ini diperkirakan mencapai lima hektare.
Vegetasi yang terdampak kebakaran meliputi pohon akasia, cemara, ekaliptus, ilalang, dan pakis. Hingga laporan terakhir diterima, tidak terdapat laporan korban jiwa, sementara kerugian materiil masih dalam pendataan pihak Perhutani.
Petugas Gabungan Lakukan Pemantauan
Penanganan kebakaran melibatkan Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Kejajar, Kapolsek Kejajar beserta anggota, Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Kecamatan Kejajar, serta anggota Basecamp Pakuwaja. Upaya pemantauan dan penanganan dilakukan melalui jalur Desa Sembungan dan Desa Parikesit.
Kondisi angin yang kencang menjadi salah satu faktor yang berpotensi mempercepat perambatan api, terutama ke arah utara wilayah Desa Parikesit.
Dengan mempertimbangkan kondisi malam hari, medan yang sulit, serta keselamatan petugas, sebagian personel ditarik ke Basecamp Sembungan dan Basecamp Parikesit. Sementara itu, sebanyak 10 anggota Basecamp Sembungan tetap melakukan pemantauan di puncak Gunung Pakuwaja untuk mengawasi perkembangan titik api.
Diduga Berkaitan dengan Kebakaran Sebelumnya
Kebakaran ini terjadi setelah insiden serupa pada Minggu (18/10/2026). Munculnya kembali titik api diduga berkaitan dengan kemungkinan masih adanya bara api dari kejadian sebelumnya. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kondisi angin kencang dan medan yang sulit menjadi tantangan dalam proses penanganan. Oleh karena itu, pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk mengetahui arah perambatan api serta mengantisipasi kemungkinan meluasnya area terdampak.
Koordinasi Penanganan Terus Dilakukan
Pihak-pihak terkait terus melakukan koordinasi untuk memantau perkembangan kebakaran dan mempersiapkan langkah pemadaman lanjutan sesuai kondisi di lapangan. Pendataan serta verifikasi luas lahan yang terbakar juga akan dilakukan bersama pihak Perhutani.
Masyarakat di sekitar kawasan terdampak diharapkan tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari petugas, serta tidak mendekati lokasi kebakaran apabila tidak berkepentingan. Keselamatan warga dan petugas menjadi prioritas dalam upaya penanganan kebakaran hutan tersebut.
Hingga Rabu malam, kondisi kebakaran masih dalam pemantauan. Informasi mengenai perkembangan api, luas lahan terdampak, dan hasil penanganan selanjutnya akan disampaikan setelah terdapat pembaruan dari petugas di lapangan.